/

Proses Installasi Website di Server

Menginstall atau memasang website adalah kegiatan mengunggah seluruh file dan folder website ke server sehingga dapat diakses secara umum dalam bentuk halaman web melalui sebuah nama domain. Proses installasi website di server bisa dilakukan dengan berbagai cara tergantung dari jenis website yang ingin diinstall.

Proses installasi website merupakan salah satu tahap dalam membangun sebuah website.

Cara paling mudah dilakukan oleh pemula adalah melalui software seperti softaculous. Layanan softaculous ini dapat diakses salah satunya melalui cPanel. Softaculous menyediakan berbagai macam dan jenis script website yang siap diinstall tanpa perlu melalui proses manual. Sedangkan cara umum yang sering dilakukan oleh seorang webmaster atau developer website adalah mengunggah file/folder website ke server secara manual baik melalui panel, ssh, atau aplikasi client seperti filezilla.

Seluruh file penyusun website disimpan pada sebuah folder. Nama folder tempat menyimpannya berbeda tergantung jenis server yang digunakan. Pada shared hosting, file-file yang berisi script website disimpan pada folder public_html.

Berikut beberapa cara installasi website pada sebuah server.

Upload Langsung

Cara ini menjadi pilihan utama jika website yang ingin diinstall berjenis statis dan hanya terdiri dari beberapa file dengan file utama berekstensi html. Upload file bisa dilakukan secara langsung melalui panel (seperti cPanel), melalui ssh atau melalui aplikasi client seperti filezilla.

Upload melalui panel cukup mudah dilakukan dengan beberapa klik. Biasanya untuk mencapai uploader, webmaster harus membuka file manager terlebih dahulu. Untuk mengupload file yang banyak, bisa dilakukan secara manual satu persatu atau dengan mengcompress kumpulan filenya terlebih dahulu.

Pilihan kedua adalah melalui client ftp seperti filezilla. Tampilan filezilla adalah dua kolom dimana kolom yang satu menampilkan daftar file local sedangkan kolom satunya lagi menampilkan file remote (server). Melalui client ftp, upload masal bisa dilakukan dengan cara yang cukup mudah seperti layaknya copy paste.

Cara lainnya adalah melalui ssh. Cara ini biasa dilakukan oleh developer yang mengedepankan efektivitas. Prosesnya melalui command line interface. Mudah dilakukan di linux. Jika di windows melalui aplikasi seperti PuTTY. Penggunaan ssh paling sering dilakukan jika server yang digunakan merupakan vps atau dedicated.

Melalui Aplikasi

Melalui aplikasi, proses installasi website sangat mudah dilakukan. Misalnya kita ingin menginstall wordpress. Buka aplikasi seperti softaculous, pilih jenis website (blog) kemudian pilih wordpress dan klik tombol install. Isi beberapa informasi seperti judul blog, username dan password admin, lanjutkan dengan klik tombol yang terdapat di sana.

Softaculous menyediakan berbagai macam script. Mulai dari yang siap pakai seperti wordpress, joomla, phpbb, mediawiki, dan sebagainya. Bahkan terdapat juga framework seperti bootstrap, lavarel, serta berbagai jenis lainnya.

Bagi pengguna yang membutuhkan kemudahan, softaculous merupakan pilihan tepat. Namun bagi developer yang sudah biasa mengembangkan sendiri script websitenya, bagian ini biasanya dilewatkan.

Membuat dan Menghubungkan Database

Untuk website dinamis yang membutuhkan database seperti blog wordpress, forum, dan jejaring sosial, proses installasi tidak cukup dengan hanya mengunggah file. Webmaster perlu membuat database dan menghubungkannya dengan file website. Tapi langkah ini bisa dilewatkan jika proses installasi menggunakan softaculous.

Jenis database yang biasa digunakan untuk mendukung website dinamis adalah MySQL. Proses pembuatan database MySQL melalui cPanel cukup mudah dilakukan. Bahkan pengelolaannya pun sangat mudah dilakukan dengan adanya phpMyAdmin.

Langkah-langkah lebih spesifik khususnya mengenai proses installasi wordpress bisa dipelajari melalui laman yang berisi tulisan mengenai cara membuat website dari hostinger.

Pembuatan website saat ini menjadi suatu hal yang mudah dilakukan berkat adanya aplikasi pendukung. Bahkan pembuatan website statis pun bisa dilakukan dengan drag and drop melalui website builder. Walaupun begitu, jika ingin memahami website lebih dalam, kita perlu mempelajari dasar website seperti html, css, javascript, php, mysql, dan sebagainya. Dengan memahami konsep dasarnya, kita akan lebih mudah melakukan penyesuaian agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dalam membuat website.


Oleh Opan
Dipostkan
Seorang guru matematika yang hobi ngeblog dan menulis. Terwujudlah blog ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang saya miliki.


Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.


No comments:

Post a Comment